Friday, May 18, 2007

- Pernyataan Sikap: Gw ANTI HOAX -

Apa teman-teman pernah menerima email, atau bulletin board yang berisi:

- himbauan untuk menyebarkan email, yang diawali dengan cerita yang sarat kemalangan? Himbauan-himbauan yang muncul adalah dengan alasan bahwa dengan menyebarkan email, kita MEMBANTU pihak yang mengalami kemalangan? (Biasanya cerita-cerita ini didukung dengan gambar-gambar yang serem atau dengan penuturan yang sangat mengharukan).

- ajakan untuk menyebarkan email, dengan iming-iming bahwa tiap email yang disebarkan itu akan diperhitungkan untuk MEMBERIKAN kita sejumlah imbalan?

- himbauan untuk menyebarkan berita yang menjelek-jelekkan produk-produk tertentu (bisa barang atau jasa) yang pada akhirnya menyarankan kita untuk TIDAK MENGKONSUMSI produk tersebut serta MENGAJAK teman-teman kita melakukan hal serupa, dengan berbagai macam alasan.

- himbauan untuk menyebarkan kabar yang berisi hal-hal yang membawa ketakutan bagi pembacanya? Hal-hal yang membawa ketakutan ini misalnya seperti: adanya virus yang dapat menyerang HP, kartu SIM apabila kita menerima telepon dari nomor-nomor tertentu? atau satu kejadian yang telah atau akan terjadi yang memberikan rasa tidak aman?

Teman-teman, kebenaran setiap berita yang kita sebar luaskan (baik kita sebagai informan pertama ataupun kita 'hanya' menjadi orang yang melanjutkan satu berita pada orang lain) sudah selayaknya menjadi tanggung jawab kita. Apabila kita menyebar-luaskan satu berita, dapat dikatakan bahwa kita menyetujui isi berita tersebut.

Memang pernah terjadi, bahwa perusahaan tertentu melakukan seperti contoh pertama, yaitu memberikan donasi tertentu untuk tiap email yang diteruskan.. namun hal itu TIDAK SELALU BENAR. Apa gunanya menggerakkan rasa kemanusiaan TANPA ADANYA DAMPAK bagi manusia itu sendiri?

Mengenai adanya sejumlah uang yang akan dibayarkan apabila kita meneruskan satu email, dapat dipastikan tidak pernah terjadi. Iyalah... masa iya duit bener2 jatuh dari langit dan kita TIDAK BERUSAHA SAMA SEKALI??

Sementara itu, berita yang menjelekkan produk-produk tertentu mungkin benar APABILA berita semacam ini sebenernya berupa kesaksian orang-orang yang MEMANG MENGGUNAKAN produk tersebut. Dalam hal kesaksian yang disebarluaskan tidak benar, nama baik satu produk dapat menjadi tercemar. Apakah manfaatnya menjelekkan nama produk tertentu, kalau tiap pihak yang berusaha di balik keberadaan produk tersebut seharusnya memiliki kesempatan yang sama untuk MENCAPAI dan MENJAGA nama baik produknya? Pernah denger kalimat ini kan: "Jika anda puas, sampaikan pada kerabat dan teman-teman anda. Tapi jika anda TIDAK PUAS, sampaikan pada kami" ?

Atau, bagaimana dengan kabar bahwa ada kejadian-kejadian seperti pemerkosaan yang terjadi dengan modus operandi tertentu sehingga wanita menjadi takut? Penyebaran kabar seperti ini memang memiliki sudut positif yang mengajak kita untuk lebih berhati-hati. Namun APABILA hal ini ternyata tidak benar.... betapa sia-sianya ketakutan yang telah ditimbulkan oleh kabar tersebut!

Sehingga, saran saya adalah: alangkah baiknya apabila tiap berita diperiksa terlebih dahulu kebenarannya SEBELUM kita sebar luaskan. Ada banyak cara bagi kita untuk memeriksa kebenaran satu berita, antara lain:

- gunakanlah akal sehat ketika membaca tiap email, atau bulletin board yang berupa terusan dari orang lain.

- periksalah kebenaran kabar yang kita baca lewat situs resmi pihak-pihak yang terkait dalam kabar yang kita terima SEBELUM kita meneruskan kabar tersebut pada orang lain. Atau bisa juga melalui situs anti-hoax.

- bila kita mengalami kekecewaan terhadap satu produk, sampaikan secara langsung pada pihak yang terkait. Atau, sampaikan secara publik melalui sarana-sarana yang dapat dipertanggung jawabkan. Misalnya suara pembaca di surat kabar.

- apabila kita meneruskan email atau bulletin board yang mengandung kabar seperti di atas, CANTUMKANLAH nama jelas kita. Dan, apabila diperlukan, cantumkanlah pula alamat email kita.

-Sophia Felicia Siregar-

Comments: Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]





<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?

Subscribe to Comments [Atom]